belajar tak hanya di kelas pendampingan ekstrakurikuler di sdn cibungur 1 - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar Tak Hanya di Kelas, Pendampingan Ekstrakurikuler di SDN Cibungur 1

Belajar Tak Hanya di Kelas, Pendampingan Ekstrakurikuler di SDN Cibungur 1
images info

Foto: milik pribadi


Belajar bagi anak tidak berhenti ketika pelajaran di kelas selesai. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa memiliki ruang untuk mengenali minat, mengembangkan kemampuan, sekaligus belajar bekerja sama.

Sekolah sering kali identik dengan kegiatan belajar di dalam kelas. Siswa datang, mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas, kemudian pulang. Padahal, proses pendidikan tidak hanya berlangsung ketika guru menjelaskan materi di depan kelas.

Ada banyak hal yang dapat dipelajari anak melalui kegiatan di luar pembelajaran utama. Salah satunya adalah kegiatan ekstrakurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan kemampuan mereka.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam program Pendampingan Ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 10 UIN Sunan Gunung Djati Bandung di SDN Cibungur 1, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Program ini diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah. Mahasiswa menyampaikan rencana pendampingan kepada guru dan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Koordinasi tersebut dilakukan agar kegiatan yang akan berjalan dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan siswa.

baca juga

Memberikan Ruang bagi Potensi Anak

Setiap anak memiliki kemampuan dan ketertarikan yang berbeda. Ada yang lebih mudah berkembang melalui kegiatan akademik, sementara yang lain justru menemukan kepercayaan dirinya ketika mengikuti aktivitas di luar kelas.

Karena itu, ekstrakurikuler dapat menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengenali kemampuan yang mereka miliki. Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran reguler.

Dalam sosialisasi yang dilakukan, siswa diberikan pemahaman mengenai tujuan pendampingan, bentuk kegiatan, jadwal, serta aturan yang perlu diperhatikan selama mengikuti kegiatan. Penyampaian dilakukan dengan cara yang sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Mahasiswa KKN tidak hanya menjelaskan teknis kegiatan, tetapi juga mengajak siswa memahami alasan mengapa mereka perlu mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan sungguh-sungguh.

Belajar tentang Kerja Sama di Luar Kelas

Kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menjadi ruang belajar sosial bagi anak. Ketika mengikuti kegiatan bersama teman, siswa belajar berkomunikasi, mengikuti aturan, berbagi tugas, dan bekerja sama.

Pengalaman tersebut menjadi pelengkap bagi pembelajaran yang mereka dapatkan di kelas. Anak tidak hanya belajar mengenai materi pelajaran, tetapi juga berhadapan dengan situasi yang menuntut mereka untuk berinteraksi dengan orang lain.

Karena itu, pendampingan tidak diarahkan hanya untuk membuat kegiatan berjalan tertib. Komunikasi antara pendamping, guru, dan siswa juga menjadi bagian penting agar suasana kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Bagi mahasiswa KKN, proses tersebut sekaligus menjadi pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana pendidikan berlangsung dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

baca juga

Kolaborasi Guru dan Mahasiswa

Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa melakukan komunikasi dengan pihak sekolah agar pendampingan tidak berjalan sendiri. Guru tetap menjadi bagian penting karena lebih memahami karakter siswa dan kondisi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Mahasiswa kemudian mengambil peran sebagai pendamping yang membantu menciptakan suasana kegiatan yang aktif dan menyenangkan bagi siswa.

Kolaborasi seperti ini menjadi penting dalam kegiatan pengabdian mahasiswa. Program yang dibawa dari luar sekolah perlu disesuaikan dengan lingkungan tempat program dilaksanakan. Dengan komunikasi yang baik, kegiatan dapat berjalan tanpa mengabaikan aturan maupun kebiasaan yang telah diterapkan sekolah.

Ekstrakurikuler sebagai Bagian dari Pengembangan Pendidikan

Pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjawab soal atau mendapatkan nilai yang baik. Ada kemampuan lain yang juga perlu tumbuh, seperti keberanian berinteraksi, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan kemampuan bekerja bersama.

Kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Siswa memperoleh kesempatan untuk mencoba sesuatu di luar rutinitas pembelajaran di kelas sekaligus menemukan pengalaman baru.

Apa yang dilakukan di SDN Cibungur 1 menjadi gambaran kecil bahwa pengembangan pendidikan dapat dimulai dari lingkungan sekolah sendiri. Ketika guru, mahasiswa, dan siswa memiliki komunikasi yang baik, kegiatan di luar kelas dapat menjadi ruang belajar yang tidak kalah bermakna.

Bagi KKN Nusantara Kelompok 10, pendampingan ekstrakurikuler juga menjadi bagian dari upaya untuk mendukung proses pendidikan di Desa Cibungur. Bukan dengan menggantikan peran guru, melainkan dengan hadir sebagai pendamping dan membuka ruang belajar tambahan bagi siswa.

Pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat anak memperoleh pengetahuan, tetapi juga tempat mereka menemukan berbagai pengalaman yang membentuk dirinya. Dari kegiatan yang sederhana di luar kelas, seorang anak dapat menemukan minat, keberanian, kemampuan bekerja sama, bahkan potensi yang sebelumnya belum ia sadari.

Sebab, tidak semua kemampuan anak terlihat dari nilai rapor. Sebagian justru tumbuh ketika mereka diberi kesempatan untuk mencoba.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.