Dave Fourtian, mahasiswa Antropologi Sosial, Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Tim KKN-T 84 UNDIP, melaksanakan program kerja Digitalisasi Media Promosi UMKM Sanggar Tari Among Rasa Atunggal Krajan sebagai upaya pelestarian budaya lokal pada Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Sanggar Seni dan Budaya Among Rasa Atunggal, Dusun Krajan, dengan sasaran utama pengurus sanggar tari setempat. Program ini digagas untuk membantu sanggar tari tradisional dalam mengemas dan menyebarluaskan informasi aktivitasnya melalui media promosi digital yang lebih modern.
Melalui langkah digitalisasi ini, Dave berharap eksistensi sanggar tari sebagai wadah pelestarian seni budaya lokal dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan kesenian tradisional di tengah gempuran budaya populer.
Sanggar Seni dan Budaya Among Rasa Atunggal merupakan salah satu wadah pelestarian tari tradisional yang telah lama berdiri di Dusun Krajan dan berperan penting dalam menjaga eksistensi kesenian lokal, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.
Sayangnya, keberadaan sanggar ini belum dikenal secara luas karena promosi kegiatan, termasuk pendaftaran anggota baru, masih dilakukan secara konvensional dan terbatas pada lingkup warga sekitar.
Minimnya media promosi yang menarik dan mudah diakses membuat informasi mengenai kelas tari sulit menjangkau calon peserta didik dari luar wilayah Dusun Krajan.
Padahal, di tengah derasnya arus budaya populer, generasi muda perlu terus diajak untuk mengenal dan mencintai kesenian tradisional agar keberlangsungannya tetap terjaga.
Kondisi inilah yang mendorong Dave untuk menghadirkan solusi berupa digitalisasi media promosi guna memperluas jangkauan informasi sekaligus melestarikan budaya lokal.
Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari diskusi bersama pengurus sanggar untuk memahami kebutuhan promosi, perancangan desain poster digital, hingga penyusunan konten informasi pendaftaran tahun ajaran baru kelas tari.
Dave merancang poster promosi yang memuat informasi jelas mengenai jadwal, syarat pendaftaran, dan kontak yang dapat dihubungi, sehingga mudah dipahami dan disebarluaskan melalui media sosial maupun grup percakapan warga.
Selain menghasilkan poster digital, kegiatan ini turut memberikan edukasi kepada pengurus sanggar mengenai pentingnya menyesuaikan strategi promosi dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai keaslian budaya yang dijaga.
Program kerja ini sejalan dengan semangat SDGs 11, yakni Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam upaya memperkuat perlindungan dan pelestarian warisan budaya lokal di tengah masyarakat.

Poster Luaran Digitalisasi Media Promosi Sanggar Tari Among Rasa Atunggal Krajan
Respons yang diberikan oleh pengurus Sanggar Among Rasa Atunggal terhadap program ini sangat positif.
Pengurus sanggar menerima inovasi digitalisasi media promosi ini dengan baik dan merasa sangat terbantu, mengingat selama ini mereka belum memiliki media promosi yang representatif untuk menjangkau calon anggota baru.
Kehadiran poster digital dinilai memudahkan proses sosialisasi pendaftaran kelas tari kepada masyarakat luas tanpa harus bergantung pada penyebaran informasi secara manual.
Antusiasme pengurus juga tampak dari keterbukaan mereka dalam berdiskusi dan memberikan masukan selama proses perancangan media promosi berlangsung.
Program Digitalisasi Media Promosi ini menghasilkan sebuah poster promosi pendaftaran tahun ajaran baru kelas tari yang dapat langsung dimanfaatkan oleh pengurus sanggar untuk disebarluaskan melalui berbagai kanal digital.
Keberadaan poster ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pendaftar baru sekaligus memperluas pengenalan Sanggar Among Rasa Atunggal di luar lingkup Dusun Krajan.
Berdasarkan catatan pelaksanaan, program ini terlaksana dengan minim hambatan dan berhasil mengedukasi pengurus sanggar akan pentingnya menyesuaikan relevansi promosi dengan perkembangan zaman sembari tetap melestarikan kebudayaan.
Manfaat lain yang dirasakan adalah tumbuhnya kepercayaan diri pengurus dalam mengelola media promosi secara mandiri untuk kegiatan-kegiatan sanggar selanjutnya.
Melalui program ini, pengurus dan masyarakat sekitar Sanggar Among Rasa Atunggal berharap agar media promosi digital yang telah dirintis dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk menjaring lebih banyak generasi muda yang tertarik mempelajari tari tradisional.
Dukungan dari pemerintah desa maupun dinas kebudayaan setempat juga diharapkan dapat hadir untuk memperkuat upaya pelestarian kesenian lokal ini.
Bagi Dave dan Tim KKN-T 84 UNDIP, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 11 di tingkat lokal, bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Dengan langkah kecil berupa satu poster digital, harapannya kesenian tari tradisional di Dusun Krajan dapat terus lestari, dikenal luas, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Ditulis oleh: Dave Fourtian | Tim KKN-T 84 Universitas Diponegoro | Dusun Krajan | Agustus 2026
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


