aiesec in bandung bantu huang jin tunjukkan sisi china yang hangat lewat pertukaran budaya - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in Bandung Bantu Huang Jin Tunjukkan Sisi China yang Hangat Lewat Pertukaran Budaya

AIESEC in Bandung Bantu Huang Jin Tunjukkan Sisi China yang Hangat Lewat Pertukaran Budaya
images info

Sumber: Dokumentasi Pribadi


Membawa identitas sebuah negara ke hadapan orang-orang yang belum pernah ditemui tentu bukan hal yang sederhana. Bagi Huang Jin, kesempatan menjadi exchange participant di Global Village 2026 membuatnya merasakan campuran antusiasme, gugup, sekaligus bangga. Ia datang bukan hanya untuk memperkenalkan China, tetapi untuk menunjukkan sisi budaya yang ingin ia bagikan secara langsung kepada orang lain.

Huang Jin, yang akrab dipanggil Jin, berasal dari China dan memiliki ketertarikan terhadap pertukaran budaya. Keinginannya untuk memperkenalkan “real China” menjadi salah satu alasan ia antusias mengikuti Global Village. Di tengah rasa gugup yang muncul, ia juga merasa bangga karena mendapat kesempatan menjadi semacam culture ambassador yang membawa cerita tentang negaranya ke lingkungan yang lebih beragam.

Salah satu cara Jin memperkenalkan China adalah melalui makanan. Baginya, makanan tidak berhenti pada rasa, tetapi juga memiliki cerita yang melekat pada kehidupan masyarakat. Dumpling, hotpot, hingga Peking Duck menjadi beberapa makanan yang ia bawa sebagai bagian dari pengenalan budaya China.

Dumpling, misalnya, memiliki makna tentang family reunion, sementara hotpot menggambarkan kebiasaan berbagi dan menikmati waktu bersama. Bagi Jin, cerita di balik makanan tersebut membuat pengunjung tidak hanya mengenal apa yang dimakan masyarakat China, tetapi juga memahami nilai kebersamaan yang ada di baliknya.

baca juga

Ia juga memperkenalkan hongbao atau amplop merah yang biasa diberikan dalam festival dan pernikahan. Warna merah dipercaya membawa keberuntungan, sedangkan angka empat cenderung dihindari dalam budaya China. Tradisi tersebut pun terus berkembang mengikuti zaman. Menurut Jin, hongbao digital kini menjadi bagian yang sangat populer, terutama selama perayaan Tahun Baru Imlek.

Namun, yang membuat pengalaman Jin semakin berkesan bukan hanya apa yang ia bawa dari China, melainkan bagaimana orang-orang di Global Village meresponsnya.

“Sangat hangat dan penuh rasa ingin tahu! Banyak orang yang mengajukan pertanyaan, mencicipi camilan, dan berfoto. Mereka ramah dan antusias untuk belajar — hal itu membuat saya merasa sangat disambut dengan hangat.”

Rasa ingin tahu pengunjung membuat Jin merasa diterima ketika memperkenalkan budayanya. Pertanyaan yang muncul, makanan yang dicoba, hingga foto yang diambil menunjukkan bahwa pengunjung tidak sekadar melewati booth, tetapi benar-benar tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang China.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ke atas panggung. Jin membawakan lagu “The Most Dazzling Ethnic Wind(Zuì Xuàn Mín Zú Fēng), sebuah lagu China yang menurutnya memiliki karakter ceria dan catchy. Ia memilih lagu tersebut karena suasananya yang hidup dan dianggap cocok untuk membangun atmosfer yang meriah selama Global Village.

Bagi Jin, lagu tersebut juga membawa pesan yang lebih luas. Perpaduan musik pop modern dengan elemen etnik menunjukkan bahwa budaya China tidak hanya berkaitan dengan tradisi masa lalu, tetapi juga memiliki sisi yang energik dan dekat dengan generasi masa kini.

Ia ingin menunjukkan bahwa kebahagiaan dan antusiasme dapat dirasakan siapa saja, terlepas dari negara maupun latar belakang. Pesan tersebut terasa semakin nyata ketika penonton mulai bertepuk tangan dan ikut bernyanyi bersama saat ia tampil.

Bagi Jin, momen tersebut menjadi salah satu bagian terbaik dari Global Village. Energi dari penonton membuatnya merasakan adanya koneksi yang tidak bergantung pada kesamaan bahasa atau negara asal. Ia datang untuk memperkenalkan budayanya, tetapi pada akhirnya juga mendapatkan pengalaman baru dari orang-orang yang ditemuinya.

Global Village juga memberinya kesempatan untuk mengenal budaya lain. Selain memperkenalkan China, Jin bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan belajar mengenai budaya yang berbeda dari miliknya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin terbuka sekaligus semakin bangga terhadap budaya yang ia bawa.

“Luar biasa dan tak terlupakan! Saya bertemu orang-orang hebat, belajar tentang budaya lain, dan bersenang-senang sekali di atas panggung. Saya merasa bangga dengan budaya saya dan lebih terbuka terhadap budaya lain.”

baca juga

Bagi Jin, pengalaman menjadi exchange participant di Global Village bukan hanya tentang memperkenalkan sebuah negara. Ada rasa gugup ketika pertama kali membawa identitas budaya di hadapan orang lain, tetapi rasa tersebut perlahan berubah ketika ia melihat orang-orang datang dengan rasa ingin tahu dan keterbukaan.

Kini, ia berharap orang-orang yang ditemuinya dapat mengingat China sebagai negara yang hangat, hidup, dan memiliki tradisi yang kaya. Lebih dari itu, Jin berharap pengalaman tersebut dapat membuat mereka tertarik untuk suatu hari mengunjungi China atau mengenalnya lebih jauh.

Dari makanan yang memiliki cerita, tradisi yang terus berkembang, hingga sebuah lagu yang membuat penonton ikut bernyanyi, Jin menunjukkan bahwa mengenalkan budaya tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang formal. Terkadang, budaya justru terasa paling dekat ketika dibagikan melalui hal-hal sederhana yang dapat dinikmati dan dirasakan bersama.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.