healing ke sawah ketika ruang kerja juga jadi tempat pulang - News | Good News From Indonesia 2026

Healing ke Sawah, ketika Ruang Kerja Juga jadi Tempat Pulang

Healing ke Sawah, ketika Ruang Kerja Juga jadi Tempat Pulang
images info

Suasana pagi di sawah, tempat warga sekitar biasa melintas dan beraktivitas di antara petak-petak basah. Foto: Samsul Ma'arif/Unsplash


Tempat pulang tak selalu berbentuk rumah, bisa jadi hamparan sawah yang luas dengan udara sejuk dan pemandangan tenang.

Healing ke sawah belakangan sedang banyak digemari oleh warganet yang mulai jenuh dengan hiruk pikuk kehidupan perkotaan. Mereka memilih untuk mencari ketenangan dengan cara yang sederhana, misalnya pergi ke sawah dan membaca buku favoritnya. Kegiatan yang tak memerlukan banyak tenaga dan uang ini mampu memberi mereka sedikit ruang bernapas di akhir pekan.

Bermain-main ke sawah, melihat pemandangan hijau yang membentang, memang cukup memberi damai untuk isi kepala yang sudah ramai selama satu minggu ke belakang. Tak jarang, mereka sengaja datang hanya untuk berdiam menikmati udara sejuk yang jarang mereka temui di perkotaan.

Kalau Kawan juga suka main-main ke sawah untuk sekedar istirahat, tidak?

Ketika Sawah jadi Tempat Pulang, Bukan Cuma Tempat Bekerja

Kini, sepertinya sawah "beralih profesi" dari tempat bekerja untuk para petani, menjadi tempat healing murah meriah untuk manusia-manusia perkotaan. Fenomena ini bisa Kawan lihat dari posting-an warganet yang kerap membagikan kegiatan liburannya yang sederhana itu.

Kalau Kawan senang bermain Instagram, beberapa waktu lalu sempat ramai tren "no signal". Posting-an yang diunggah berisi konten Instagram story atau reels yang menampilkan footage dengan template "no internet" dengan gambar dinosaurus. Sebuah ikon khas ketika kita tidak dapat mengakses internet di Google atau saat tidak ada jaringan internet.

Konten yang diisi kemudian berkisar soal grounding atau menyatu dengan alam. Dari sini, kita bisa lihat, ternyata setelah lelah di hari sibuk, kedamaian itu rasanya mahal. 

Menurut Pradana dan Ilfira (2025) pada jurnalnya, umumnya pengunjung agrowisata sawah berusia 18-45 tahun, dengan empat segmentasi utama, yakni edukasi, rekreasi, mencari wisata dengan keaslian tradisi lokal, dan untuk memberi makan sosial media.

Sebenarnya, masyarakat menikmati keindahan alam itu bukanlah hal yang baru. Kalau Kawan ingat tentang kimpul yang juga sedang naik daun, hal yang unik dan meninggalkan kesan memang lebih mudah menduduki bangku FYP dan menyebardi sosial media.

baca juga

Gubuk kayu di tengah hamparan sawah, salah satu titik favorit untuk sekadar duduk dan menikmati suasana pedesaan. Foto: Efsanjoi Siringoringo/Unsplash
info gambar

Gubuk kayu di tengah hamparan sawah, salah satu titik favorit untuk sekadar duduk dan menikmati suasana pedesaan. Foto: Efsanjoi Siringoringo/Unsplash


Menurut Azizunnisa (2025) dalam jurnalnya, ia mengatakan bahwa alam dapat menjadi pereda stres. Dengan bermain ke alam, otak kita akan me-refresh pikiran yang jenuh. Dalam psikologi, mereka menyebutnya nature therapy.

Ketika Ketenangan Jadi Komoditas, Apa yang Berubah bagi Desa?

Ketenangan yang dihadirkan dari menikmati keindahan hamparan padi yang hijau merekah, dipadu dengan suasana sejuk khas perdesaan memang menjadi pilihan bagi warga kota. Lantas, apakah ketenangan ini memberikan dampak bagi masyarakat desa yang mengelola alamnya?

Menurut Zainuddin dan Ibrahim (2026), adanya wisatawan yang hadir berkunjung juga berdampak positif terhadap perekonomian petani. Agrowisata mampu meningkatkan daya tarik pengunjung terhadap wisata alam, utamanya sawah. Wisatawan yang datang dapat memberi peluang untuk pendapatan petani.

FOMO tren main ke alam ini memang cukup bermanfaat bagi kedua belah pihak. Akan tetapi, jika pemanfaatannya kurang, juga akan menjadi estetika semata—bagi wisatawan. Sedangkan bagi petani, tren ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menjual hasil taninya. Jadi, selain menyuguhkan keindahan alam, para petani juga bisa mengolah hasil panennya menjadi buah tangan wisatawan.

baca juga

Jadi, lain kali kalau Kawan lagi healing ke sawah, jangan lupa mampir ke warung-warung di sekitarnya, ya, atau beli hasil panen petani yang mungkin dijajakan. Selain membuat suasana hati tenang, juga bisa berkontribusi mengangkat UMKM di sekitar kita.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.