Keindahan alam dan semangat kebersamaan mewarnai aksi lapangan tim Ekspedisi Patriot UI di Kampung Werianggi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, tim Patriot melakukan perjalanan menyusuri hutan menuju Air Terjun Isosembani.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan aksi gotong royong bersama warga lokal dan pihak kepolisian untuk membersihkan aliran sungai serta kolam penampungan air bersih.
Perjalanan mereka dimulai pada pukul 10.00 WIT dengan berjalan kaki menembus kawasan hutan dan menyusuri alur sungai yang mengering akibat kemarau panjang di Papua Barat. Dalam penjelajahan ini, tim Patriot didampingi oleh Kak Carles selaku Ketua Karang Taruna Distrik Nikiwar.
Sepanjang perjalanan, tim Patriot UI juga mengidentifikasi berbagai potensi wisata edukasi berbasis alam yang berpeluang diintegrasikan ke dalam kurikulum Sekolah Budaya Papua yang rencananya akan diadakan pada bulan September tahun 2026.
Ekspedisi Patriot merupakan program nasional di bawah Kementerian Transmigrasi yang bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk tidak berhenti pada evaluasi kawasan, melainkan turun tangan langsung memberikan dampak nyata.
Di Kampung Werianggi, Teluk Wondama, misi besar ini diterjemahkan salah satunya melalui kerja sama dengan para aktor lokal untuk mengembangkan community-based cultural tourism.

Tim Patriot UI sedang menyusuri sungai menuju ke Air Terjun Isosembani | Dokumentasi Pribadi
Di bawah kepemimpinan Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, S.S., S.Pd., M.A., CertDA, dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI (DPIS UI), tim Ekspedisi Patriot UI yang beranggotakan Devita Putri Hanjari, S.Hum., Maharani Arfila, S.Hum., Sausan Fajar Alamislami, S.Sos., Pendiron Indra Enumbi, S.Pol., dan Arya Agung Siregar, S.Ag., hadir dengan fokus utama pada Pengembangan Rumah Budaya Papua sebagai Pusat Aktualisasi Kebudayaan dan Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan.
Sebelum tiba di lokasi utama, tim Patriot dan Kak Carles sempat berhenti di area penampungan air yang berjarak beberapa ratus meter dari titik Air Terjun Isosembani. Di lokasi tersebut, belasan warga setempat, perempuan dan laki-laki, bersama dengan beberapa personel kepolisian telah berkumpul untuk bergotong royong melakukan pengerukan endapan pasir di penampungan air.
Dalam kerja bakti ini, bapak-bapak dan pemuda kampung fokus mengeruk material pasir dan batu di penampungan, sementara ibu-ibu dan anak-anak perempuan menyiapkan konsumsi makan siang di sekitar lokasi.
Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Isosembani dengan didampingi beberapa anggota kepolisian. Perjalanan menyusuri sungai di dalam hutan dan aliran air terjun yang jernih dengan kolam alami di bawahnya menjadi salah satu daya tarik keanekaragaman hayati Werianggi.
Usai mengamati potensi situs Air Terjun Isosembani, tim kembali ke area penampungan air untuk bergabung dalam aksi pembersihan.
"Perjalanan ke Air Terjun Isosembani ini tidak hanya membuka mata kami akan besarnya potensi wisata alam di Werianggi, tetapi juga mempererat rasa kekeluargaan dan rasa belonging melalui aksi gotong royong menjaga sumber air yang kami pakai bersama,” ucap Sausan Fajar Alamislami, anggota Tim Patriot UI.

Tim Patriot UI sedang mengeruk sedimen pasir yang mengendap di penampungan air Kampung Werianggi | Dokumentasi Pribadi
Di sepanjang jalur aliran air, tim Patriot UI dan warga bahu-membahu membersihkan sampah daun kering, bebatuan, serta pasir yang menyumbat aliran sungai.
Rangkaian aksi ini diakhiri dengan membantu pengerukan pasir pada kolam penampungan demi menjaga kualitas dan kelancaran pasokan air bersih bagi masyarakat Kampung Werianggi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


