Kura-kura byuku melintasi jernihnya arus sungai dan rawa gambut yang membelah belantara Kalimantan tanpa bersuara. Di balik rimbunnya kanopi hutan hujan tropis, perairan tawar Pulau Borneo menyimpan beragam kehidupan satwa yang tidak kalah menakjubkan dibanding fauna daratan.
Tubuhnya yang berukuran sangat besar dengan tempurung gelap memanjang menyembunyikan berbagai fakta ekologis yang memikat. Sebagai salah satu penghuni asli ekosistem sungai dan lahan basah, reptil ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam air tawar.
Lantas, seperti apa sebenarnya kura-kura byuku dan bagaimana satwa ini menjalani hidupnya di perairan Kalimantan?
Mengenal Kura-Kura Byuku dan Karakteristiknya
Kura-kura byuku memiliki nama ilmiah Orlitia borneensis dan tergolong dalam famili Geoemydidae dari ordo Testudines. Spesies ini merupakan satu-satunya anggota yang tersisa dari genus Orlitia.
Secara fisik, karakteristik kura-kura byuku ditandai oleh tempurung atas (carapace) berbentuk oval melengkung rendah berwarna cokelat tua hingga hitam pekat, serta tempurung bawah (plastron) berwarna krem pucat. Kepalanya relatif besar, rahang yang sangat kuat, dan moncong yang sedikit menonjol.
Ukuran tubuh spesies ini sangat fantastis bagi ukuran fauna air tawar. Dikutip dari Restorasi Ekosistem Riau, panjang karapas Orlitia borneensis dewasa dapat mencapai 80 centimeter dengan bobot menembus 50 kilogram, menjadikannya kura-kura air tawar terbesar di Asia Tenggara.
Ciri fisik dan ukuran masif ini membedakan kura-kura byuku dari spesies air tawar lain di Kalimantan, seperti kura-kura tuntong, yang umumnya memiliki corak warna berbeda pada kepala serta ukuran tempurung yang lebih kecil.
Di Perairan Kalimantan, Inilah Habitat Kura-Kura Byuku

kura kura byuku, Orlitia borneensis | Sumber: Wikimedia Commons
Penelitian ekologi menunjukkan bahwa habitat kura-kura byuku atau kura-kura bajuku berada pada ekosistem air tawar yang tenang dan dalam, seperti aliran sungai besar, danau pedalaman, serta rawa gambut. Satwa ini sangat menyukai wilayah perairan yang dikelilingi vegetasi tepian lebat dengan substrat dasar berupa lumpur halus tempatnya berlindung.
Meskipun sangat populer di Kalimantan, persebaran geografis spesies ini tidak terbatas hanya di Pulau Borneo. Menurut Restorasi Ekosistem Riau, Orlitia borneensis juga tercatat menghuni kawasan perairan lahan basah Sumatra serta Semenanjung Malaysia hingga wilayah Asia lainnya.
Lingkungan perairan berarus lambat dengan tutupan vegetasi hutan air tawar sangat krusial bagi satwa ini untuk mencari makan, berjemur, serta bereproduksi secara alami.
Kura-Kura Byuku Makan Apa? Begini Cara Satwa Ini Mencari Makanan
Pertanyaan mengenai kura-kura byuku makan apa dapat dijawab secara langsung melalui pola makannya yang tergolong omnivora. Satwa ini aktif berburu di dasar perairan untuk memangsa ikan kecil, serangga air, dan moluska.
Selain memangsa hewan air, spesies ini memanfaatkan buah-buahan liar yang jatuh dari pepohonan rimba di sepanjang tepian sungai. Dengan rahangnya yang kokoh, kura-kura byuku dapat dengan mudah memotong jaringan tanaman maupun menghancurkan cangkang organisme air.
Ketersediaan pakan alami ini sangat bergantung pada terjaganya keutuhan vegetasi hutan di sepanjang aliran sungai.
Kehidupan Kura-Kura Byuku Tidak Lepas dari Ekosistem Sungai
Keberlangsungan hidup kura-kura byuku terikat erat dengan kondisi kesehatan ekosistem perairan. Ketika aliran sungai mengalami pencemaran limbah atau tutupan pohon di tepian sungai terdegradasi, rantai makanan dan lokasi peneluran satwa ini akan terganggu.
Aliran sungai di Kalimantan merupakan ruang hidup bersama antara keanekaragaman hayati dan pemukiman warga setempat. Pengelolaan ekosistem perairan secara bijak menjadi kunci agar aktivitas manusia dan kelestarian fauna air tawar dapat berjalan harmonis.
Apakah Kura-Kura Byuku Dilindungi di Indonesia?
Bagi Kawan GNFI yang mempertanyakan apakah kura-kura byuku dilindungi? Ya! Kura-kura Byuku adalah hewan yang dilindungi. Di Indonesia, spesies ini masuk ke dalam daftar satwa yang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 (nomor urut 477 dengan nama ilmiah Orlitia borneensis / Bajuku).
Ketetapan hukum ini melarang segala bentuk penangkapan tak berizin, pemeliharaan ilegal, serta perdagangan satwa liar yang diambil dari alam bebas.
Berdasarkan Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal KSDAE, masyarakat dilarang keras menangkap, memelihara, hingga memperjualbelikan satwa dilindungi dalam keadaan hidup. Setiap pelanggaran berkonsekuensi hukum sesuai Pasal 40 UU No. 5 Tahun 1990 dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.
Status Konservasi Kura-Kura Byuku dan Ancaman yang Dihadapinya
Lembaga konservasi dunia IUCN menetapkan status konservasi kura-kura byuku ke dalam kategori Critically Endangered (Kritis). Status ini menunjukkan bahwa populasi satwa di alam liar menghadapi ancaman kepunahan yang sangat tinggi akibat perburuan liar dan hilangnya habitat mereka.
| Aspek | Informasi Spesies |
| Nama Lokal | Kura-kura byuku / bajuku |
| Nama Ilmiah | Orlitia borneensis |
| Famili | Geoemydidae |
| Habitat Utama | Sungai besar, rawa gambut, dan danau |
| Persebaran | Kalimantan, Sumatra, dan Semenanjung Malaysia |
| Pola Makan | Omnivora (ikan, moluska, buah jatuh) |
| Status IUCN | Critically Endangered (Kritis) |
| Perlindungan Indonesia | Dilindungi (Permen LHK No. P.106/2018) |
| Status CITES | Apendiks II |
Menjaga Kura-Kura Byuku Dimulai dari Menjaga Rumahnya
Keberadaan kura-kura byuku di kedalaman perairan Kalimantan menjadi pengingat bahwa manusia bukanlah satu-satunya pusat kehidupan di bumi ini. Di balik rindangnya kanopi hutan dan aliran air Nusantara, terdapat beragam hewan seperti kura-kura byuku dan tumbuhan yang merindukan ruang hidup tenang serta tenteram layaknya kita.
Menyayangi lingkungan dengan menghentikan aksi penebangan liar, pembakaran hutan, hingga pencemaran perairan adalah bentuk kepedulian nyata demi menjaga keharmonisan sesama makhluk hidup sekaligus mewariskan alam yang lestari bagi anak cucu kelak.
Merawat ekosistem hari ini membuka jalan bagi generasi mendatang untuk terus menyaksikan keajaiban biodiversitas Indonesia yang utuh dan melimpah.
Bagi Kawan GNFI yang ingin melangkah lebih jauh mengeksplorasi keanekaragaman fauna Nusantara, sejarah, budaya lokal, hingga berita positif dari seluruh pelosok negeri, mari lanjutkan penjelajahan wawasan Anda melalui artikel-artikel inspiratif lainnya di Good News From Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


